berita
Reakreditasi Lembaga Sertifikasi Produk Alsintan BPMA
Reakreditasi Lembaga Sertifikasi Produk Alsintan BPMA

Rabu, 26 Nov 2014


Citayam, PPHP-News; Masa akreditasi LS Pro alsintan BPMA berakhir sejak tanggal 20 April 2014.  Empat tahun lalu, status akreditasi diperoleh dari Komite Akreditasi Nasional dengan nomor akreditasi LS Pr - 027 – IDN.    Dengan satus ini, LS Pro Alsintan diberikan hak untuk menggunakan logo KAN sesuai dengan acuan dalam Pedoman KAN 12.

Menginjak tahun keempat masa akredtasinya, LS Pro Alsintan telah mengajukan permohonan reakreditasi.  Berdasarkan Rapat Komite Akreditas Nasional (KAN) Council tanggal 26 November 2014 telah diputuskan untuk memberikan status akreditasi ulang kepada BPMA sebagai Lembaga Sertifikasi Produk dengan nomor akreditasi LSPr-027-IDN untuk 11 ruang lingkup lama.  Dengan demikian LS Pro Alsintan BPMA diberikan hak untuk menggunakan logo KAN sesuai dengan acuan dalam Pedoman KAN 403 – 2011.   Masa akreditasi ini berlaku empat tahun dari tanggal diberikan akreditasi ulang, yaitu 26 November 2014 sampai dengan 25 November 2018 (/sd)

Citayam, PPHP-News; Masa akreditasi LS Pro alsintan BPMA berakhir sejak tanggal 20 April 2014.  Empat tahun lalu, status akreditasi diperoleh dari Komite Akreditasi Nasional dengan nomor akreditasi LS Pr - 027 – IDN.    Dengan satus ini, LS Pro Alsintan diberikan hak untuk menggunakan logo KAN sesuai dengan acuan dalam Pedoman KAN 12.

Menginjak tahun keempat masa akredtasinya, LS Pro Alsintan telah mengajukan permohonan reakreditasi.  Berdasarkan Rapat Komite Akreditas Nasional (KAN) Council tanggal 26 November 2014 telah diputuskan untuk memberikan status akreditasi ulang kepada BPMA sebagai Lembaga Sertifikasi Produk dengan nomor akreditasi LSPr-027-IDN untuk 11 ruang lingkup lama.  Dengan demikian LS Pro Alsintan BPMA diberikan hak untuk menggunakan logo KAN sesuai dengan acuan dalam Pedoman KAN 403 – 2011.   Masa akreditasi ini berlaku empat tahun dari tanggal diberikan akreditasi ulang, yaitu 26 November 2014 sampai dengan 25 November 2018 (/sd)

berita lain