berita
Perkembangan Ekspor Beras Vietnam
Dalam upaya menghadapi persaingan ekspor beras yang ketat pada tahun 2015, ekspor beras Vietnam akan diarahkan ke pasar Afrika, Asia barat dan Selatan

Rabu, 04 Mar 2015


Berdasarkan informasi KBRI Hanoi, ekspor beras Vietnam pada tahun 2014 turun 0.9 % dibanding tahun 2013. Menurut sumber Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam (MARD), ekspor beras pada tahun 2014 berjumlah 6,53 juta ton, sedangkan tahun 2013 sejumlah 6.59 juta ton. Penurunan volume ekspor beras Vietnam tersebut disebabkan ketatnya persaingan pasar ekspor terutama dengan beras asal Thailand dan India.

Selama tahun 2014, sebagian besar (76%) beras Vietnam diekspor ke Asia termasuk Tiongkok yang mencapai angka tertinggi yakni 2.1 juta ton, namun diperkirakan terdapat penambahan satu juta ton yang diperdagangkan melalui lintas batas kedua negara. Dengan demikian, total ekspor beras Vietnam pada tahun 2014 diperkirakan menjadi 7.5 juta ton. Pasar ekspor beras Vietnam terbesar kedua adalah Filipina yang mencapai 1.4 juta ton, menyusul Malaysia, Indonesia, dan Hongkong. Sementara itu, beras Vietnam yang diekspor ke Afrika mencapai 13% dari total ekspor, dan Amerika mencapai 7.5% dari total ekspor.

Harga ekspor beras Vietnam mengalami fluktuasi antara USD.380 – 465 per ton (beras dengan tingkat kepecahan 5%). Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2013 yang tercatat USD 365 – 420 per ton. Sedangkan beras Jasmine Vietnam dijual dengan harga tertinggi sekitar USD 620 per ton.

Dalam upaya menghadapi persaingan ekspor beras yang ketat pada tahun 2015, ekspor beras Vietnam akan diarahkan ke pasar Afrika, Asia barat dan Selatan. MARD akan mendorong eksportir beras Vietnam untuk memanfaatkan potensi yang signifikan bagi perluasan pasar di negara-negara tersebut. Bahkan MARD juga menyiapkan gudang beras di pasar ekspor utama untuk mempermudah penyaluran berasnya ke negara tersebut. (ddn-pi)

Berdasarkan informasi KBRI Hanoi, ekspor beras Vietnam pada tahun 2014 turun 0.9 % dibanding tahun 2013. Menurut sumber Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam (MARD), ekspor beras pada tahun 2014 berjumlah 6,53 juta ton, sedangkan tahun 2013 sejumlah 6.59 juta ton. Penurunan volume ekspor beras Vietnam tersebut disebabkan ketatnya persaingan pasar ekspor terutama dengan beras asal Thailand dan India.

Selama tahun 2014, sebagian besar (76%) beras Vietnam diekspor ke Asia termasuk Tiongkok yang mencapai angka tertinggi yakni 2.1 juta ton, namun diperkirakan terdapat penambahan satu juta ton yang diperdagangkan melalui lintas batas kedua negara. Dengan demikian, total ekspor beras Vietnam pada tahun 2014 diperkirakan menjadi 7.5 juta ton. Pasar ekspor beras Vietnam terbesar kedua adalah Filipina yang mencapai 1.4 juta ton, menyusul Malaysia, Indonesia, dan Hongkong. Sementara itu, beras Vietnam yang diekspor ke Afrika mencapai 13% dari total ekspor, dan Amerika mencapai 7.5% dari total ekspor.

Harga ekspor beras Vietnam mengalami fluktuasi antara USD.380 – 465 per ton (beras dengan tingkat kepecahan 5%). Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2013 yang tercatat USD 365 – 420 per ton. Sedangkan beras Jasmine Vietnam dijual dengan harga tertinggi sekitar USD 620 per ton.

Dalam upaya menghadapi persaingan ekspor beras yang ketat pada tahun 2015, ekspor beras Vietnam akan diarahkan ke pasar Afrika, Asia barat dan Selatan. MARD akan mendorong eksportir beras Vietnam untuk memanfaatkan potensi yang signifikan bagi perluasan pasar di negara-negara tersebut. Bahkan MARD juga menyiapkan gudang beras di pasar ekspor utama untuk mempermudah penyaluran berasnya ke negara tersebut. (ddn-pi)

berita lain