berita
Pasar Rakyat (Community Markets) di Selandia Baru
Sebagai salah satu contoh pasar rakyat di Selandia Baru adalah Pasar Sabtu atau terkenal dengan sebutan Flea Market, yang terletak di Jalan Albert, kota Palmerston North. Pasar ini sudah beroperasi sejak tahun 1980

Jumat, 20 Mar 2015


Latar Belakang Pasar Rakyat di Selandia Baru

Salah satu dampak dari Globalisasi adalah berubahnya rantai pasok khususnya di bidang pangan pertanian. Perubahan ini telah mendorong pemilik usaha kecil bidang pertanian, khususnya di daerah pedesaan untuk beradaptasi. Selandia Baru sebagai negara yang mengandalkan pertanian sebagai sumber pendapatan nasionalnya juga menghadapi situasi yang sama. Salah satu bentuk adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat dan petani Selandia Baru adalah dengan membuat pasar tani. Pada awalnya, jenis pasar seperti ini merupakan bagian dari upaya mereka beradaptasi dengan berubahnya rantai pasok bahan pangan, namun seiring dengan berjalannya waktu, pasar ini berkembang menjadi pasar rakyat. Menurut Farmer’s Market New Zealand Inc (FMNZ), sebuah organisasi yang membawahi pasar rakyat, pada tahun 2007 terdapat 21 pasar rakyat. Pasar ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekitar khususnya buah dan sayur musiman. Pasar ini juga mendorong masyarakat untuk menjual dan membeli produk hasil pertanian mereka sebagai bagian dari konsumsi produk lokal mereka.

Sekilas mengenai Pasar Sabtu

Sebagai salah satu contoh pasar rakyat di Selandia Baru adalah Pasar Sabtu atau terkenal dengan sebutan Flea Market, yang terletak di Jalan Albert, kota Palmerston North. Pasar ini sudah beroperasi sejak tahun 1980. Pasar Sabtu ini menempati area parkir di pusat pertokoan Albert Tavern. Sebagaimana namanya, Pasar Sabtu buka dari jam 6 pagi sampai jam 11 siang setiap hari Sabtu.

Di pasar ini, pengunjung dapat dengan mudah menemukan berbagai jenis buah dan sayur musiman dengan harga yang cukup murah dibandingkan dengan harga di supermarket. Beberapa produk buah dan sayur disini merupakan hasil bumi warga sekitar. Selain itu, di pasar ini juga dijumpai beberapa roti dan cemilan rumahan. Produk-produk selain makanan juga tersedia di Pasar Sabtu seperti barang bekas yaitu buku, barang antik dan pakaian.

Bagi masyarakat Palmerston North, Pasar Sabtu tidak hanya sebagai tempat untuk membeli dan menjual produk-produk lokal, namun juga berkontribusi untuk pengembangan masyarakat. Kontribusi yang pertama adalah bahwa Pasar Sabtu memberikan dampak dalam meningkatkan interaksi antar warga masyarakat sekitar khususnya antara pembeli dan penjual. Sebagai contoh, kadang para pembeli dan penjual berdiskusi mengenai produk yang mereka pasarkan seperti keju, susu dan sayuran musiman, yang pada akhirnya akan membuat penjual semakin mengerti apa yang diinginkan oleh pembelinya. Sehingga pada saat bertemu di hari Sabtu minggu depan, penjual tersebut akan berusaha memenuhi kebutuhan pembeli. Hal ini membuat Pasar Sabtu berkinerja optimum sebagai pusat transaksi masyarakat. Kontribusi selanjutnya adalah bahwa Pasar Sabtu memberikan kesempatan kepada pengusaha kecil yang baru memulai bisnisnya untuk melakukan penjajagan pasar. Sebagai contoh, sebuah toko roti terkenal di Palmerston North, Breadworks, dahulu memulai bisnis mereka di Pasar Sabtu. Sekarang Breadworks sudah membuka gerai mereka di jantung bisnis kota Palmerston North sekaligus tetap mempertahankan gerai mereka di Pasar Sabtu. Kontribusi selanjutnya adalah mempererat hubungan antar etnis karena di Palmerston North terdapat beberapa etnis seperti dari Asia, Afrika dan Timur Tengah. Dengan adanya pasar ini, mereka serasa berada di kampung halaman. Selain sebagai tempat diskusi informal, terkadang pasar ini digunakan sebagai sarana kampanye kandidat partai tertentu disaat masa-masa menjelang pemilihan nasional ataupun walikota. Hal ini membuat kandidat partai menjadi lebih dekat dengan para pemilihnya. Setelah melihat peran dari Pasar Sabtu yang cukup penting dalam mendorong perkembangan masyarakat khususnya di Palmerston North, nampaknya memang jelas bahwa pasar rakyat seperti ini memiliki fungsi yang cukup penting melebihi fungsinya sebagai tempat bertransaksi dan berkumpul bagi masyarakat sekitar.

Sama halnya dengan pasar rakyat di Selandia Baru, Indonesia juga memiliki pasar tani yang beroperasi dengan prinsip yang hampir sama. Namun demikian, hubungan antara penjual (petani) dengan pembeli (masyarakat) nampaknya tidak sama dengan pasar rakyat di Selandia Baru. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pasar tani di Indonesia, seperti misalnya perbedaan institusi di pasar tani, keberlanjutan pengoperasian pasar tani dan peran masyarakat sekitar dalam mendukung pengoperasian pasar tani. Oleh karena itu, nampaknya perlu dilakukan studi yang komprehensif untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pasar tani di Indonesia dibandingkan dengan pasar rakyat di Selandia Baru. Dan mungkin juga ada peluang bagi Indonesia untuk mengadopsi dan mengimplementasikan kisah sukses Pasar Sabtu dan kontribusinya dalam membangun masyarakat di Palmerston North.

Sumber:

1.    Department of Management, College of Business, Massey University, (Farmers’ Market as a Small Business Incubators).2.    Caroline Miller, Planning Programme, School of People, Environment and Planning, Massey University (Consuming Partnership: Informal Partnership through Community Markets).

Latar Belakang Pasar Rakyat di Selandia Baru

Salah satu dampak dari Globalisasi adalah berubahnya rantai pasok khususnya di bidang pangan pertanian. Perubahan ini telah mendorong pemilik usaha kecil bidang pertanian, khususnya di daerah pedesaan untuk beradaptasi. Selandia Baru sebagai negara yang mengandalkan pertanian sebagai sumber pendapatan nasionalnya juga menghadapi situasi yang sama. Salah satu bentuk adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat dan petani Selandia Baru adalah dengan membuat pasar tani. Pada awalnya, jenis pasar seperti ini merupakan bagian dari upaya mereka beradaptasi dengan berubahnya rantai pasok bahan pangan, namun seiring dengan berjalannya waktu, pasar ini berkembang menjadi pasar rakyat. Menurut Farmer’s Market New Zealand Inc (FMNZ), sebuah organisasi yang membawahi pasar rakyat, pada tahun 2007 terdapat 21 pasar rakyat. Pasar ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekitar khususnya buah dan sayur musiman. Pasar ini juga mendorong masyarakat untuk menjual dan membeli produk hasil pertanian mereka sebagai bagian dari konsumsi produk lokal mereka.

Sekilas mengenai Pasar Sabtu

Sebagai salah satu contoh pasar rakyat di Selandia Baru adalah Pasar Sabtu atau terkenal dengan sebutan Flea Market, yang terletak di Jalan Albert, kota Palmerston North. Pasar ini sudah beroperasi sejak tahun 1980. Pasar Sabtu ini menempati area parkir di pusat pertokoan Albert Tavern. Sebagaimana namanya, Pasar Sabtu buka dari jam 6 pagi sampai jam 11 siang setiap hari Sabtu.

Di pasar ini, pengunjung dapat dengan mudah menemukan berbagai jenis buah dan sayur musiman dengan harga yang cukup murah dibandingkan dengan harga di supermarket. Beberapa produk buah dan sayur disini merupakan hasil bumi warga sekitar. Selain itu, di pasar ini juga dijumpai beberapa roti dan cemilan rumahan. Produk-produk selain makanan juga tersedia di Pasar Sabtu seperti barang bekas yaitu buku, barang antik dan pakaian.

Bagi masyarakat Palmerston North, Pasar Sabtu tidak hanya sebagai tempat untuk membeli dan menjual produk-produk lokal, namun juga berkontribusi untuk pengembangan masyarakat. Kontribusi yang pertama adalah bahwa Pasar Sabtu memberikan dampak dalam meningkatkan interaksi antar warga masyarakat sekitar khususnya antara pembeli dan penjual. Sebagai contoh, kadang para pembeli dan penjual berdiskusi mengenai produk yang mereka pasarkan seperti keju, susu dan sayuran musiman, yang pada akhirnya akan membuat penjual semakin mengerti apa yang diinginkan oleh pembelinya. Sehingga pada saat bertemu di hari Sabtu minggu depan, penjual tersebut akan berusaha memenuhi kebutuhan pembeli. Hal ini membuat Pasar Sabtu berkinerja optimum sebagai pusat transaksi masyarakat. Kontribusi selanjutnya adalah bahwa Pasar Sabtu memberikan kesempatan kepada pengusaha kecil yang baru memulai bisnisnya untuk melakukan penjajagan pasar. Sebagai contoh, sebuah toko roti terkenal di Palmerston North, Breadworks, dahulu memulai bisnis mereka di Pasar Sabtu. Sekarang Breadworks sudah membuka gerai mereka di jantung bisnis kota Palmerston North sekaligus tetap mempertahankan gerai mereka di Pasar Sabtu. Kontribusi selanjutnya adalah mempererat hubungan antar etnis karena di Palmerston North terdapat beberapa etnis seperti dari Asia, Afrika dan Timur Tengah. Dengan adanya pasar ini, mereka serasa berada di kampung halaman. Selain sebagai tempat diskusi informal, terkadang pasar ini digunakan sebagai sarana kampanye kandidat partai tertentu disaat masa-masa menjelang pemilihan nasional ataupun walikota. Hal ini membuat kandidat partai menjadi lebih dekat dengan para pemilihnya. Setelah melihat peran dari Pasar Sabtu yang cukup penting dalam mendorong perkembangan masyarakat khususnya di Palmerston North, nampaknya memang jelas bahwa pasar rakyat seperti ini memiliki fungsi yang cukup penting melebihi fungsinya sebagai tempat bertransaksi dan berkumpul bagi masyarakat sekitar.

Sama halnya dengan pasar rakyat di Selandia Baru, Indonesia juga memiliki pasar tani yang beroperasi dengan prinsip yang hampir sama. Namun demikian, hubungan antara penjual (petani) dengan pembeli (masyarakat) nampaknya tidak sama dengan pasar rakyat di Selandia Baru. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pasar tani di Indonesia, seperti misalnya perbedaan institusi di pasar tani, keberlanjutan pengoperasian pasar tani dan peran masyarakat sekitar dalam mendukung pengoperasian pasar tani. Oleh karena itu, nampaknya perlu dilakukan studi yang komprehensif untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pasar tani di Indonesia dibandingkan dengan pasar rakyat di Selandia Baru. Dan mungkin juga ada peluang bagi Indonesia untuk mengadopsi dan mengimplementasikan kisah sukses Pasar Sabtu dan kontribusinya dalam membangun masyarakat di Palmerston North.

Sumber:

1.    Department of Management, College of Business, Massey University, (Farmers’ Market as a Small Business Incubators).2.    Caroline Miller, Planning Programme, School of People, Environment and Planning, Massey University (Consuming Partnership: Informal Partnership through Community Markets).

berita lain