berita
Peluang Indonesia Isi Defisit Pasokan Kopi Dunia
Adanya proyeksi defisit pasokan, menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengisi kekurangan pasokan tersebut.

Jumat, 27 Mar 2015


Pasokan kopi dunia tahun 2015 diperkirakan defisit. Hal tersebut menjadi isu pokok yang dibahas dalam Sidang International Coffee Council (ICC) ke-114 dan Sidang International Coffee Organization (ICO) terkait lainnya  yang dilaksanakan di London, Inggris, 2-6 Maret 2015.

Defisit pasokan tersebut disebabkan oleh penurunan produksi kopi dunia tahun 2014/15 yang mengalami penurunan sebesar 4,6 juta bags atau 3,2% dibanding tahun 2013, menjadi 142 juta bags (1 bags=60kg). Selain itu, konsumsi tahun 2014/15 diperkirakan akan meningkat 1,8% menjadi 149 juta bags.

Adanya proyeksi defisit pasokan, menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengisi kekurangan pasokan tersebut. Apabila Kementerian Pertanian dapat melakukan upaya peningkatan rata-rata produktifitas kopi Indonesia yang saat ini sekitar 750 kg/ha, menjadi 1.500 kg/ha, maka Indonesia dapat menambah pasokan dunia sekitar 8-9 juta bags tahun 2020. Upaya ini dapat didukung dengan kemungkinan pengajuan pembiayaan kepada lembaga keuangan multilateral seperti ADB dan Bank Dunia serta lembaga keuangan bilateral seperti Rabobank. 

Pasokan kopi dunia tahun 2015 diperkirakan defisit. Hal tersebut menjadi isu pokok yang dibahas dalam Sidang International Coffee Council (ICC) ke-114 dan Sidang International Coffee Organization (ICO) terkait lainnya  yang dilaksanakan di London, Inggris, 2-6 Maret 2015.

Defisit pasokan tersebut disebabkan oleh penurunan produksi kopi dunia tahun 2014/15 yang mengalami penurunan sebesar 4,6 juta bags atau 3,2% dibanding tahun 2013, menjadi 142 juta bags (1 bags=60kg). Selain itu, konsumsi tahun 2014/15 diperkirakan akan meningkat 1,8% menjadi 149 juta bags.

Adanya proyeksi defisit pasokan, menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengisi kekurangan pasokan tersebut. Apabila Kementerian Pertanian dapat melakukan upaya peningkatan rata-rata produktifitas kopi Indonesia yang saat ini sekitar 750 kg/ha, menjadi 1.500 kg/ha, maka Indonesia dapat menambah pasokan dunia sekitar 8-9 juta bags tahun 2020. Upaya ini dapat didukung dengan kemungkinan pengajuan pembiayaan kepada lembaga keuangan multilateral seperti ADB dan Bank Dunia serta lembaga keuangan bilateral seperti Rabobank. 

berita lain