berita
PERKEMBANGAN KERJASAMA ASEAN AUSTRALIA - NEW ZEALAND
Sidang ini akan membahas berbagai isu seperti perkembangan impelementasi ASEAN Australia-New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA), kerjasama ekonomi, dan Rules of Origin AANZFTA.

Senin, 22 Jun 2015


Indonesia akan menjadi tuan rumah Sidang kerjasama perdagangan ASEAN dengan Australia-New Zealand yang akan memasuki perundingan ke 7. Perundingan yang tercakup dalam “The Seventh Meeting of The FTA Joint Committee” akan diselenggarakan di Hotel Papandayan, Bandung, 28 Juni sampai 3 Juli 2015.

Sidang ini akan membahas berbagai isu seperti perkembangan impelementasi ASEAN Australia-New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA), kerjasama ekonomi, dan Rules of Origin AANZFTA.

Dalam pembahasan sidang sebelumnya terkait implementasi AANZFTA, semua pihak termasuk Indonesia diharapkan dapat mengimplementasikan the First Protocol AANZFTA per tanggal 1 Juli 2016. Namun demikian, Indonesia dan Filipina memerlukan klarifikasi lebih lanjut dikarenakan belum dapat memastikan indikasi waktu secara spesifik untuk menyelesaikan prosedur ratifikasinya dan akan menyampaikan perkembangannya pada pertemuan Sub Committe ROO.

Posisi perkembangan proses ratifikasi the First Protocol oleh Indonesia dan Filipina tersebut mendapat perhatian khusus oleh seluruh pihak. Karena dengan posisi sebagaimana tersebut di atas maka per tanggal 1 April 2016 kegiatan perdagangan dengan fasilitas AANZFTA tidak dapat melibatkan Indonesia dan Filipina. Hal ini dikarenakan kedua negara tersebut tidak dapat menerima CO Form dengan OCP baru berdasarkan the First Protocol.  

Indonesia akan menjadi tuan rumah Sidang kerjasama perdagangan ASEAN dengan Australia-New Zealand yang akan memasuki perundingan ke 7. Perundingan yang tercakup dalam “The Seventh Meeting of The FTA Joint Committee” akan diselenggarakan di Hotel Papandayan, Bandung, 28 Juni sampai 3 Juli 2015.

Sidang ini akan membahas berbagai isu seperti perkembangan impelementasi ASEAN Australia-New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA), kerjasama ekonomi, dan Rules of Origin AANZFTA.

Dalam pembahasan sidang sebelumnya terkait implementasi AANZFTA, semua pihak termasuk Indonesia diharapkan dapat mengimplementasikan the First Protocol AANZFTA per tanggal 1 Juli 2016. Namun demikian, Indonesia dan Filipina memerlukan klarifikasi lebih lanjut dikarenakan belum dapat memastikan indikasi waktu secara spesifik untuk menyelesaikan prosedur ratifikasinya dan akan menyampaikan perkembangannya pada pertemuan Sub Committe ROO.

Posisi perkembangan proses ratifikasi the First Protocol oleh Indonesia dan Filipina tersebut mendapat perhatian khusus oleh seluruh pihak. Karena dengan posisi sebagaimana tersebut di atas maka per tanggal 1 April 2016 kegiatan perdagangan dengan fasilitas AANZFTA tidak dapat melibatkan Indonesia dan Filipina. Hal ini dikarenakan kedua negara tersebut tidak dapat menerima CO Form dengan OCP baru berdasarkan the First Protocol.  

berita lain