berita
Pembukaan Training of Trainer (TOT) Sistem Pertanian Organik
Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian pada hari Senin 6 Juli 2015 membuka kegiatan Training of Trainer (TOT) Sistem Pertanian Organik

Minggu, 05 Jul 2015


Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian pada hari Senin 6  Juli 2015 membuka kegiatan Training of Trainer (TOT) Sistem Pertanian Organik. TOT ini berlangsung hingga tanggal 9 Juli 2015 di Gedung Seameo Biotrop Bogor.

Peserta TOT kali ini berasal dari 4 Perguruan Tinggi maupun perwakilan Dinas Pertanian yang berpotensi dapat mengembangkan sistem pertanian organic yang bersertifikat (Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Selatan).

TOT ini dimaksudkan untuk penyamaan persepsi mekanisme sertifikasi organik berbasis kelompok melalui penerapan Internal Control System (ICS) atau Sistem Kendali Internal (SKI).

SKI dalam sistem pertanian organik  adalah penerapan sebuah sistem manajemen mutu dalam pertanian organik yang memerlukan keterlibatan aktif seluruh petani anggota kelompok, terorganisir dengan baik, sehingga dapat diminimalisir hal-hal yang dapat menggagalkan integritas keorganikannya.  

Pencapaian sertifikat organik diperoleh melalui suatu proses, mulai dari masa konversi lahan sampai pasca panen,  dan bukan merupakan end product testing yang hanya memerlukan uji laboratorium untuk mendapatkan sertifikat tersebut. 

Ditjen Pengolahan dan Pemasaran  Hasil  Pertanian secara intensif sejak tahun 2009-2014 telah memberikan fasilitasi berupa pengawalan penerapan sistem pertanian organik dan sertifikasi kepada 125 pelaku usaha terdiri dari poktan/gapoktan di beberapa wilayah Indonesia, baik sertifikasi nasional maupun internasional.  Implementasi penerapan sistem dan pengawasan produk organik, diatur dalam  Peraturan Menteri Pertanian nomor 64/Permentan  /OT.140/5/2013 yang diberlakukan pada tanggal 30 Mei 2014. (Yn. Dit Mustan)
 

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian pada hari Senin 6  Juli 2015 membuka kegiatan Training of Trainer (TOT) Sistem Pertanian Organik. TOT ini berlangsung hingga tanggal 9 Juli 2015 di Gedung Seameo Biotrop Bogor.

Peserta TOT kali ini berasal dari 4 Perguruan Tinggi maupun perwakilan Dinas Pertanian yang berpotensi dapat mengembangkan sistem pertanian organic yang bersertifikat (Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Selatan).

TOT ini dimaksudkan untuk penyamaan persepsi mekanisme sertifikasi organik berbasis kelompok melalui penerapan Internal Control System (ICS) atau Sistem Kendali Internal (SKI).

SKI dalam sistem pertanian organik  adalah penerapan sebuah sistem manajemen mutu dalam pertanian organik yang memerlukan keterlibatan aktif seluruh petani anggota kelompok, terorganisir dengan baik, sehingga dapat diminimalisir hal-hal yang dapat menggagalkan integritas keorganikannya.  

Pencapaian sertifikat organik diperoleh melalui suatu proses, mulai dari masa konversi lahan sampai pasca panen,  dan bukan merupakan end product testing yang hanya memerlukan uji laboratorium untuk mendapatkan sertifikat tersebut. 

Ditjen Pengolahan dan Pemasaran  Hasil  Pertanian secara intensif sejak tahun 2009-2014 telah memberikan fasilitasi berupa pengawalan penerapan sistem pertanian organik dan sertifikasi kepada 125 pelaku usaha terdiri dari poktan/gapoktan di beberapa wilayah Indonesia, baik sertifikasi nasional maupun internasional.  Implementasi penerapan sistem dan pengawasan produk organik, diatur dalam  Peraturan Menteri Pertanian nomor 64/Permentan  /OT.140/5/2013 yang diberlakukan pada tanggal 30 Mei 2014. (Yn. Dit Mustan)
 

berita lain