berita
Pengembangan Hasil Olahan Minyak Atsiri Cengkeh Minahasa
Potensi cengkeh Minahasa memiliki cita rasa dan aroma yang khas dengan karakteristik khusus berupa kandungan minyak atsiri dan eugenol yang tinggi yang ditandai dengan warna bunga kering yang coklat kehitaman berkilat dengan harum aroma cengkeh yang khas, keungulan produk cengkeh Minahasa menyebabkan tingginya permintaan sehingga harga pun relatif tinggi....

Selasa, 28 Jul 2015


Potensi cengkeh Minahasa memiliki cita rasa dan aroma yang khas dengan karakteristik khusus berupa kandungan minyak atsiri dan eugenol yang tinggi yang ditandai dengan warna bunga kering yang coklat kehitaman berkilat dengan harum aroma cengkeh yang khas, keungulan produk cengkeh Minahasa menyebabkan tingginya permintaan sehingga harga pun relatif tinggi. Luas areal perkebunan cengkeh di Sulawesi Utara pada tahun 2013 mencapai 43.209 hektar dengan total produksi 3.260 ton. Daerah sentra produksi tersebar di Minahasa, Bolaang Mongondow, Sangihe Talaud, dan Gorontalo.Minyak atsiri cengkeh dimanfaatkan untuk mengobati rasa nyeri pada gigi. Cengkeh memiliki sifat mampu meningkatkan produksi asam lambung, menggiatkan gerakan peristaltik saluran pencernaan, juga  sebagai obat cacing alami. Pemanfaatkan lain sebagai peluang usaha untuk berwirausaha sendiri, melalui pengembangan industri minyak atsiri cengkeh. Adapun harga cengkeh pada saat ini berada di kisaran sekira Rp115.000/kg.

Secara umum  minyak cengkeh dibagi menjadi 3 bagian berdasarkan sumbernya, yaitu minyak daun cengkeh (clove leaf oil), minyak tangkai  cengkeh (clove stem oil), minyak bunga cengkeh (clove bud oil). Pohon cengkeh merupakan tanaman tahunan yg dapat tumbuh dgn tinggi 10-20 m, mempunyai daun berbentuk lonjong yg berbunga pada pucuk-pucuknya. Tangkai buah pada awalnya berwarna hijau, dan berwarna merah jika bunga sudah mekar. Cengkeh akan dipanen jika sudah mencapai panjang 1,5-2 cm. Produk olahan dari cengkeh yang dapat dihasilkan dari bunga, daun dan tangkai bunga/gagang adalah (1) minyak cengkeh, (2) eugenol yang diisolasi dari minyak cengkeh dan (3) senyawa derivat dari eugenol. Minyak daun cengkeh merupakan salah satu minyak atsiri yang cukup banyak dihasilkan di Indonesia dengan cara penyulingan air dan uap. Minyak atsiri dari daun cengkeh yg belum dikembangkan secara optimal, sehingga peluang usaha untuk berbisnis minyak atsiri di Indonesia masih cukup besar dan potensi untuk dikembangkan. Ketersediaan bahan baku daun cengkeh sangat tergantung pada musim. Pada musim penghujan, pasokan bahan baku bisa dikatakan tidak ada sehingga para pengusaha tidak berproduksi. Peluang  pasar komoditi minyak atsiri ini masih terbuka luas baik di dalam maupun luar negeri.  Penggunaan Komoditas cengkeh yang optimal untuk dioleh dengan melihat potensi yang ada berdasarkan mutu, kapasitas dan kontinuitas. (Sumber: data Litbanbun, data diolah hero13)

Potensi cengkeh Minahasa memiliki cita rasa dan aroma yang khas dengan karakteristik khusus berupa kandungan minyak atsiri dan eugenol yang tinggi yang ditandai dengan warna bunga kering yang coklat kehitaman berkilat dengan harum aroma cengkeh yang khas, keungulan produk cengkeh Minahasa menyebabkan tingginya permintaan sehingga harga pun relatif tinggi. Luas areal perkebunan cengkeh di Sulawesi Utara pada tahun 2013 mencapai 43.209 hektar dengan total produksi 3.260 ton. Daerah sentra produksi tersebar di Minahasa, Bolaang Mongondow, Sangihe Talaud, dan Gorontalo.Minyak atsiri cengkeh dimanfaatkan untuk mengobati rasa nyeri pada gigi. Cengkeh memiliki sifat mampu meningkatkan produksi asam lambung, menggiatkan gerakan peristaltik saluran pencernaan, juga  sebagai obat cacing alami. Pemanfaatkan lain sebagai peluang usaha untuk berwirausaha sendiri, melalui pengembangan industri minyak atsiri cengkeh. Adapun harga cengkeh pada saat ini berada di kisaran sekira Rp115.000/kg.

Secara umum  minyak cengkeh dibagi menjadi 3 bagian berdasarkan sumbernya, yaitu minyak daun cengkeh (clove leaf oil), minyak tangkai  cengkeh (clove stem oil), minyak bunga cengkeh (clove bud oil). Pohon cengkeh merupakan tanaman tahunan yg dapat tumbuh dgn tinggi 10-20 m, mempunyai daun berbentuk lonjong yg berbunga pada pucuk-pucuknya. Tangkai buah pada awalnya berwarna hijau, dan berwarna merah jika bunga sudah mekar. Cengkeh akan dipanen jika sudah mencapai panjang 1,5-2 cm. Produk olahan dari cengkeh yang dapat dihasilkan dari bunga, daun dan tangkai bunga/gagang adalah (1) minyak cengkeh, (2) eugenol yang diisolasi dari minyak cengkeh dan (3) senyawa derivat dari eugenol. Minyak daun cengkeh merupakan salah satu minyak atsiri yang cukup banyak dihasilkan di Indonesia dengan cara penyulingan air dan uap. Minyak atsiri dari daun cengkeh yg belum dikembangkan secara optimal, sehingga peluang usaha untuk berbisnis minyak atsiri di Indonesia masih cukup besar dan potensi untuk dikembangkan. Ketersediaan bahan baku daun cengkeh sangat tergantung pada musim. Pada musim penghujan, pasokan bahan baku bisa dikatakan tidak ada sehingga para pengusaha tidak berproduksi. Peluang  pasar komoditi minyak atsiri ini masih terbuka luas baik di dalam maupun luar negeri.  Penggunaan Komoditas cengkeh yang optimal untuk dioleh dengan melihat potensi yang ada berdasarkan mutu, kapasitas dan kontinuitas. (Sumber: data Litbanbun, data diolah hero13)

berita lain