berita
Potensi Pengolahan Buah Merah Papua Dalam Tantangan dan Peluang Pemasaran
Di daerah Papua terdapat lebih dari 30 jenis buah merah, tanaman buah merah ini ditemukan tumbuh liar di wilayah Papua dan Papua Nugini. Tanaman ini termasuk tanaman terna berbentuk semak, perdu atau pohon. Beberapa daerah di Manokwari dan Sorong, Papua Barat, tanaman buah merah telah lama dikenal oleh masyarakat sebagai penyedap makanan, minyak goreng dan sambal......

Kamis, 06 Ags 2015


Di daerah Papua terdapat lebih dari 30 jenis buah merah, tanaman buah merah ini ditemukan tumbuh liar di wilayah Papua dan Papua Nugini. Tanaman ini termasuk tanaman terna berbentuk semak, perdu atau pohon. Beberapa daerah di Manokwari dan Sorong, Papua Barat, tanaman buah merah telah lama dikenal oleh masyarakat sebagai penyedap makanan, minyak goreng dan sambal. Kandungan pada buah merah Papua terbukti mengandung zat yang sangat baik untuk menyembuhkan berbagai penyakit berbahaya menurut riset penelitian. Untuk memanfaatkan buah merah sebagai penyembuhan penyakit tidak bisa di lakukan secara langsung harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Buah merah digunakan sebagai obat tradisional. Menurut peneliti Buah Merah, Drs. I Made Budi M.Sc dosen di fakultas MIPA Unversitas Cendrawasih mengatakan buah merah bersifat kultifar, yakni hanya cocok di dataran tinggi tanah Papua, seperti di Kalila, Bokondini, Tolikara wilayah Wamena Barat.

Potensi keanekaragaman hayati dari buah merah (Pandanus conoideus Lam.) asal Papua ini memberikan kontribusi terhadap obat-obatan herbal Nusantara. Buah merah ini merupakan salah satu komoditas unggulan Papua. Secara tradisional, dimana buah merah sudah dikenal masyarakat yang bermukim di daerah pantai maupun pegunungan. Adapun daya tarik dari buah merah adalah kandungan kimianya, berupa zat gizi penting untuk ketahanan tubuh seperti beta-karoten, tokoferol (vitamin E), asam linolenat, asam oleat, asam stearat, dan asam palmitat. Beta-karoten dan tokoferol dikenal sebagai senyawa antioksidan yang dapat menghambat perkembangan radikal bebas di dalam tubuh manusia. Untuk tantangan dalam peluang Pemasaran berdasarkan survey Litbang Kementan Permasalahan utama dalam industri minyak buah merah adalah harga jual yang sangat tinggi, berkisar antara Rp 200.000,-sampai dengan Rp 1.000.000,-per liter, dan sistem pemasaran-nya yang kurang efisien. Apabila dilihat dari sisi ekonomi dan peluang Pemasaran Nilai ekonomi cukup tinggi. Plasma nutfah buah Nusantara cukup potensial, beberapa jenis telah menembus pasar luar negeri, tetapi ketersedian bahan baku, kapasitas serta kontinuitas dalam siklus transaksi ekonomi memberi arti yang penting dalam prospek ke masa yang akan datang. (Sumber data: Litbang, Balitro, Media, data diolah hero13)

Di daerah Papua terdapat lebih dari 30 jenis buah merah, tanaman buah merah ini ditemukan tumbuh liar di wilayah Papua dan Papua Nugini. Tanaman ini termasuk tanaman terna berbentuk semak, perdu atau pohon. Beberapa daerah di Manokwari dan Sorong, Papua Barat, tanaman buah merah telah lama dikenal oleh masyarakat sebagai penyedap makanan, minyak goreng dan sambal. Kandungan pada buah merah Papua terbukti mengandung zat yang sangat baik untuk menyembuhkan berbagai penyakit berbahaya menurut riset penelitian. Untuk memanfaatkan buah merah sebagai penyembuhan penyakit tidak bisa di lakukan secara langsung harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Buah merah digunakan sebagai obat tradisional. Menurut peneliti Buah Merah, Drs. I Made Budi M.Sc dosen di fakultas MIPA Unversitas Cendrawasih mengatakan buah merah bersifat kultifar, yakni hanya cocok di dataran tinggi tanah Papua, seperti di Kalila, Bokondini, Tolikara wilayah Wamena Barat.

Potensi keanekaragaman hayati dari buah merah (Pandanus conoideus Lam.) asal Papua ini memberikan kontribusi terhadap obat-obatan herbal Nusantara. Buah merah ini merupakan salah satu komoditas unggulan Papua. Secara tradisional, dimana buah merah sudah dikenal masyarakat yang bermukim di daerah pantai maupun pegunungan. Adapun daya tarik dari buah merah adalah kandungan kimianya, berupa zat gizi penting untuk ketahanan tubuh seperti beta-karoten, tokoferol (vitamin E), asam linolenat, asam oleat, asam stearat, dan asam palmitat. Beta-karoten dan tokoferol dikenal sebagai senyawa antioksidan yang dapat menghambat perkembangan radikal bebas di dalam tubuh manusia. Untuk tantangan dalam peluang Pemasaran berdasarkan survey Litbang Kementan Permasalahan utama dalam industri minyak buah merah adalah harga jual yang sangat tinggi, berkisar antara Rp 200.000,-sampai dengan Rp 1.000.000,-per liter, dan sistem pemasaran-nya yang kurang efisien. Apabila dilihat dari sisi ekonomi dan peluang Pemasaran Nilai ekonomi cukup tinggi. Plasma nutfah buah Nusantara cukup potensial, beberapa jenis telah menembus pasar luar negeri, tetapi ketersedian bahan baku, kapasitas serta kontinuitas dalam siklus transaksi ekonomi memberi arti yang penting dalam prospek ke masa yang akan datang. (Sumber data: Litbang, Balitro, Media, data diolah hero13)

berita lain