berita
Ditjen. PPHP Berpartisipasi Pada Indo Livestock Expo and Forum 2015
Indo Livestock Expo and Forum 2015 diselenggarakan yang ke-10 kalinya dan yang ke-2 dilaksanakan di Surabaya pada tanggal 29 " 31 Juli 2015.

Kamis, 06 Ags 2015


Jakarta, PPHP-News; Indo Livestock Expo and Forum 2015 diselenggarakan yang ke-10 kalinya dan yang ke-2 dilaksanakan di Surabaya. Pameran ini dilaksanakan di Grand City Convex, Surabaya, Provinsi Jawa Timur pada tanggal 29 – 31 Juli 2015. Pameran dan forum industri peternakan, kesehatan hewan, pakan ternak, pengolahan susu dan perikanan terbesar di Indonesia - Indo Livestock Expo and Forum 2015 diselenggarakan bersama Indo Feed 2015, Indo Dairy 2015, dan Indo Fisheries 2015 Expo and Forum yang menampilkan teknologi dan perkembangan indusri terbaru memberikan kesempatan untuk mengembangkan jaringan serta membangun kerjasama bisnis dan kemitraan. Pameran ini diikuti oleh oleh 295 peserta dari 40 negara yang menempati 305 booth pameran. Salah satunya adalah dengan hadirnya paviliun Indonesia, Thailand, Cina, Taiwan, Eropa dan Amerika Serikat.

Indo Livestock Expo and Forum 2015 secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Acara pembukaan ini dihadiri oleh Pejabat Liingkup Kementerian Pertanian, Pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Ketua Asosiasi Bidang Peternakan, Pemenang Penghargaan Indonesian Livestock Services Awards, Media dan Exhibitor pameran. Dalam sambutannya, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa sebagai salah satu upaya mengatasi masalah peternakan seperti produksi ternak dan susu yang rendah, belum terencananya budidaya ternak oleh petani, khususnya sapi, Kementerian Pertanian akan menggulirkan program Populasi Berencana. Program ini rencananya akan di laksanakan melalui program Sentra Peternakan Rakyat (SPR). SPR merupakan pembinaan kepada peternak secara terorganisir dan terpusat yang akan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi dan TNI. Untuk mengikuti program ini, setiap peserta SPR wajib memiliki minimal 1000 ekor sapi indukan. Populasi ini bisa dicapai oleh 1,2, atau 3 desa. Dengan asumsi satu orang peternak memiliki 2 indukan, maka dengan 500 peternak program SPR ini bisa dicapai.

Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Jawa Timur yang dilaporkan oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa Surabaya, Jawa Timur sangat tepat dipilih sebagai tuan rumah untuk event besar ini karena Jawa Timur merupakan provinsi yang mendapatkan trade mark gudang ternak. Trade mark tersebut tentu berkaitan dengan potensi peternakan yang ada di Jawa Timur, potensi-potensi tersebut diantaranya adalah:

  1. Ternak sapi potong jenis peranakan Onggole, madura dan persilangan pada tahun 2014 mencapai 4.125.333 ekor  yang berkontribusi 32% terhadap populasi nasional.  Jumlah populasi tersebut merupakan populasi terbesar di Indonesia, dan hari ini diharapkan dapat tercatat di museum  rekor dunia Indonesia.
  2. Ternak sapi perah jenis sapi peranakan Frissien Holstein (fh) sebanyak 245.246 ekor yang  berkontribusi  50 % terhadap populasi nasional.
  3. Ternak unggas (ayam petelur dan pedaging) sebanyak 220 juta ekor yang berkontribusi 37% terhadap populasi nasional.
  4. Produksi susu segar sebanyak 1.167 ton/hari (426.254 ton/tahun)  yang berkontribusi 52 % terhadap produksi susu nasional.
  5. Produksi telur sebanyak 342.778 ton yang berkontribusi 40% terhadap produksi telur nasional.

Sebagai  provinsi  penyumbang terbesar terhadap kebutuhan nasional akan produk peternakan, Jawa Timur terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi produksi dan produktivitas ternak guna meningkatkan daya saing di pasar bebas untuk  menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2015. Jawa Timur saat ini mempunyai 5 kekayaan sumber daya genetik ternak Indonesia yang dilindungi dan dilestarikan yang telah dipatenkan yaitu sapi madura, domba sapudi, kambing senduro, itik mojosari, dan ayam kaok.

Pada pembukaan Indo Livestock Expo and Forum kali ini juga disampaikan penghargaan kepada asosiasi bidang peternakan atas dukungan penyelenggaran Indo Livestock Expo and Forum dan penganugerahan Indonesian Livestock Services Awards “Adi Praja Satwa Sewaka 2015” yang merupakan kerjasama antara Komunitas Pengembang Usaha Peternakan Indonesia (KPUPI) dan PT. Napindo Media Ashatama. Penghargaan ini didedikasikan khusus kepada penyelenggara Negara dalam hal Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten yang mempunyai komitmen tinggi dalam upaya mengembangkan peternakan di daerahnya.

Rangkaian acara kegiatan Indo Livestock Expo and Forum 2015 meliputi pameran teknologi pertanian lokal dan mancanegara, temu bisnis/presentasi produk, dan seminar. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian berpartisipasi pada pameran ini dengan mengambil satu stand dan menampilkan 2 pelaku usaha yaitu KUD Batu Milk Factory  dari Kota Batu, Malang, Jawa Timur dengan produk Susu Pasteurisasi, Yoghurt, Madu dan  Mamazy dari Kota Bandung, Jawa Tengah (Agen Surabaya) dengan produk aneka olahan daging tanpa MSG dan bahan pengawet seperti nugget, bakso, tahu bakso, sosis dan lain-lain. Selain itu, juga menampilkan bahan promosi lainnya seperti buku tentang susu, dan leaflet aneka olahan peternakan lainnya. (EM)

Jakarta, PPHP-News; Indo Livestock Expo and Forum 2015 diselenggarakan yang ke-10 kalinya dan yang ke-2 dilaksanakan di Surabaya. Pameran ini dilaksanakan di Grand City Convex, Surabaya, Provinsi Jawa Timur pada tanggal 29 – 31 Juli 2015. Pameran dan forum industri peternakan, kesehatan hewan, pakan ternak, pengolahan susu dan perikanan terbesar di Indonesia - Indo Livestock Expo and Forum 2015 diselenggarakan bersama Indo Feed 2015, Indo Dairy 2015, dan Indo Fisheries 2015 Expo and Forum yang menampilkan teknologi dan perkembangan indusri terbaru memberikan kesempatan untuk mengembangkan jaringan serta membangun kerjasama bisnis dan kemitraan. Pameran ini diikuti oleh oleh 295 peserta dari 40 negara yang menempati 305 booth pameran. Salah satunya adalah dengan hadirnya paviliun Indonesia, Thailand, Cina, Taiwan, Eropa dan Amerika Serikat.

Indo Livestock Expo and Forum 2015 secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Acara pembukaan ini dihadiri oleh Pejabat Liingkup Kementerian Pertanian, Pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Ketua Asosiasi Bidang Peternakan, Pemenang Penghargaan Indonesian Livestock Services Awards, Media dan Exhibitor pameran. Dalam sambutannya, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa sebagai salah satu upaya mengatasi masalah peternakan seperti produksi ternak dan susu yang rendah, belum terencananya budidaya ternak oleh petani, khususnya sapi, Kementerian Pertanian akan menggulirkan program Populasi Berencana. Program ini rencananya akan di laksanakan melalui program Sentra Peternakan Rakyat (SPR). SPR merupakan pembinaan kepada peternak secara terorganisir dan terpusat yang akan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi dan TNI. Untuk mengikuti program ini, setiap peserta SPR wajib memiliki minimal 1000 ekor sapi indukan. Populasi ini bisa dicapai oleh 1,2, atau 3 desa. Dengan asumsi satu orang peternak memiliki 2 indukan, maka dengan 500 peternak program SPR ini bisa dicapai.

Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Jawa Timur yang dilaporkan oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa Surabaya, Jawa Timur sangat tepat dipilih sebagai tuan rumah untuk event besar ini karena Jawa Timur merupakan provinsi yang mendapatkan trade mark gudang ternak. Trade mark tersebut tentu berkaitan dengan potensi peternakan yang ada di Jawa Timur, potensi-potensi tersebut diantaranya adalah:

  1. Ternak sapi potong jenis peranakan Onggole, madura dan persilangan pada tahun 2014 mencapai 4.125.333 ekor  yang berkontribusi 32% terhadap populasi nasional.  Jumlah populasi tersebut merupakan populasi terbesar di Indonesia, dan hari ini diharapkan dapat tercatat di museum  rekor dunia Indonesia.
  2. Ternak sapi perah jenis sapi peranakan Frissien Holstein (fh) sebanyak 245.246 ekor yang  berkontribusi  50 % terhadap populasi nasional.
  3. Ternak unggas (ayam petelur dan pedaging) sebanyak 220 juta ekor yang berkontribusi 37% terhadap populasi nasional.
  4. Produksi susu segar sebanyak 1.167 ton/hari (426.254 ton/tahun)  yang berkontribusi 52 % terhadap produksi susu nasional.
  5. Produksi telur sebanyak 342.778 ton yang berkontribusi 40% terhadap produksi telur nasional.

Sebagai  provinsi  penyumbang terbesar terhadap kebutuhan nasional akan produk peternakan, Jawa Timur terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi produksi dan produktivitas ternak guna meningkatkan daya saing di pasar bebas untuk  menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2015. Jawa Timur saat ini mempunyai 5 kekayaan sumber daya genetik ternak Indonesia yang dilindungi dan dilestarikan yang telah dipatenkan yaitu sapi madura, domba sapudi, kambing senduro, itik mojosari, dan ayam kaok.

Pada pembukaan Indo Livestock Expo and Forum kali ini juga disampaikan penghargaan kepada asosiasi bidang peternakan atas dukungan penyelenggaran Indo Livestock Expo and Forum dan penganugerahan Indonesian Livestock Services Awards “Adi Praja Satwa Sewaka 2015” yang merupakan kerjasama antara Komunitas Pengembang Usaha Peternakan Indonesia (KPUPI) dan PT. Napindo Media Ashatama. Penghargaan ini didedikasikan khusus kepada penyelenggara Negara dalam hal Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten yang mempunyai komitmen tinggi dalam upaya mengembangkan peternakan di daerahnya.

Rangkaian acara kegiatan Indo Livestock Expo and Forum 2015 meliputi pameran teknologi pertanian lokal dan mancanegara, temu bisnis/presentasi produk, dan seminar. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian berpartisipasi pada pameran ini dengan mengambil satu stand dan menampilkan 2 pelaku usaha yaitu KUD Batu Milk Factory  dari Kota Batu, Malang, Jawa Timur dengan produk Susu Pasteurisasi, Yoghurt, Madu dan  Mamazy dari Kota Bandung, Jawa Tengah (Agen Surabaya) dengan produk aneka olahan daging tanpa MSG dan bahan pengawet seperti nugget, bakso, tahu bakso, sosis dan lain-lain. Selain itu, juga menampilkan bahan promosi lainnya seperti buku tentang susu, dan leaflet aneka olahan peternakan lainnya. (EM)

berita lain