berita
Mentan Undang Ribuan Petani Gelar Rapat Khusus Perberasan
Jakarta (26/8), PPHP News : Menteri Pertanian Amran Sulaiman, hari ini, 26 Agustus menggelar rapat upaya khusus peningkatan industri perberasan dalam rangka pencapaian swasembada beras. Acara bertempat di Lapangan kantor pusat Kementan Ragunan Jakarta Selatan, dihadiri Panglima TNI, KaBareskrim Polri, Pejabat Eselon 1 lingkup Kementan, Dirut Bulog, BRI, Ketua KPPU, Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Perpadi.

Rabu, 26 Ags 2015


Selain itu, Mentan mengundang 5.000 orang yang terdiri dari petani, KTNA, pelaku usaha penggilingan padi, eksportir dan importir. Digelarnya acara itu, Amran ingin menunjukkan produksi dan pasokan beras sampai akhir tahun ini cukup dan aman sehigga tidak perlu impor.  

Dalam arahannya,  Amran mengajak seluruh stakeholder pertanian untuk mendukung penuh langkah pemerintah menggenjot produksi padi nasional. “Saya atas nama menteri pertanian, sengaja menggandeng TNI dan Polri untuk mengawal dan memastikan upaya khusus peningkatan produksi beras nasional bisa tercapai. Dengan dukungan penuh dari aparat keamanan TNI Polri, saya yakin swasembada beras tiga tahun kedepan bisa kita capai”, jelasnya. 

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengamini pernyataan Mentan,  bahwa TNI sanggup membantu dan selalu siap turun ke lapangan mengawal upaya khusus itu. Gatot sebelumnya mengikuti rapat dengan Presiden di Istana negara. “Saya baru saja dipanggil Pak Presiden, dan seketika ingat kalau diundang Pak Menteri langsung ke Ragunan. Kepada Pak Menteri, sebelumnya saya katakan, kecintaan saya kepada petani inilah mendorong kami TNI untuk membantu petani dan hari ini bisa bertemu dengan Bapak bapak sekalian”, sambungnya.  

Amran meyakinkan kepada seluruh petani yang hadir, pemerintah akan terus turun ke lapangan mengawal perbaikan irigasi, penyaluran traktor, pompa air, power threser dan penggilingan padi dapat dimanfaatkan oleh petani melalui kelompok tani. Pemerintah juga mendorong Perum Bulog dapat memperbesar kapasitas serapan gabah dari petani dengan harga yang layak apalagi saat panen raya tiba.

Sementara itu petani dan pelaku usaha penggilingan padi berharap pemerintah dapat menekan peran tengkulak dalam tata niaga perberasan dan minta Bulog untuk membeli seluruh gabah petani. Berdasarkan kesanggupan dan komitmen pelaku penggilingan padi,  sampai akhir September mereka sanggup memasok beras 1,4 juta ton ke Perum Bulog dengan harga menguntungkan petani. Beras sebanyak itu, 42,85 persen akan dipasok oleh penggilingan padi skala sedang dan sisanya dari campuran penggilingan padi skala kecil dan besar.

Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti dalam sambutannya menyampaikan komitmen Bulog sebagai lembaga penyangga pangan nasional tentu akan menyerap gabah petani. Djarot menyatakan kalau Bulog akan memberlakukan dua sistem harga, yaitu harga HPP (Harga Pembelian Pemerintah) yang telah ditetapkan dan harga komersil yang menyesuaikan harga pasar.  Mendengar pernyataan langsung dari orang no satu di Bulog itu, Amran menyatakan kebahagiannya karena Bulog menyatakan siap untuk membeli gabah petani.   

Rapat itu menghasilkan komitmen bersama antara petani bersama penggilingan padi untuk menyediakan pasokan gabah atau beras dan menjualnya ke Bulog.  Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi Ditjen PPHP selaku Ketua panitia pelaksana rapat, Jamil Musanif, mentargetkan melalui pertemuan besar ini akan dijalin kontrak dan kemitraan antara penggilingan padi dengan Bulog.  Adanya kontrak dengan Bulog, keduanya akan terikat dalam usaha yang saling menguntungkan. Petani mendapatkan kepastian pasar dan harga layak dari Bulog, sebaliknya stok dan cadangan beras di Bulog cukup untuk konsumsi masyarakat. Lebih lanjut Jamil berharap Bulog sebagai lembaga penyangga pangan (buffer stok) yang ditugasi pemerintah dapat berperan optimal untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga beras (Rtz).

 

 

 

       

 

Selain itu, Mentan mengundang 5.000 orang yang terdiri dari petani, KTNA, pelaku usaha penggilingan padi, eksportir dan importir. Digelarnya acara itu, Amran ingin menunjukkan produksi dan pasokan beras sampai akhir tahun ini cukup dan aman sehigga tidak perlu impor.  

Dalam arahannya,  Amran mengajak seluruh stakeholder pertanian untuk mendukung penuh langkah pemerintah menggenjot produksi padi nasional. “Saya atas nama menteri pertanian, sengaja menggandeng TNI dan Polri untuk mengawal dan memastikan upaya khusus peningkatan produksi beras nasional bisa tercapai. Dengan dukungan penuh dari aparat keamanan TNI Polri, saya yakin swasembada beras tiga tahun kedepan bisa kita capai”, jelasnya. 

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengamini pernyataan Mentan,  bahwa TNI sanggup membantu dan selalu siap turun ke lapangan mengawal upaya khusus itu. Gatot sebelumnya mengikuti rapat dengan Presiden di Istana negara. “Saya baru saja dipanggil Pak Presiden, dan seketika ingat kalau diundang Pak Menteri langsung ke Ragunan. Kepada Pak Menteri, sebelumnya saya katakan, kecintaan saya kepada petani inilah mendorong kami TNI untuk membantu petani dan hari ini bisa bertemu dengan Bapak bapak sekalian”, sambungnya.  

Amran meyakinkan kepada seluruh petani yang hadir, pemerintah akan terus turun ke lapangan mengawal perbaikan irigasi, penyaluran traktor, pompa air, power threser dan penggilingan padi dapat dimanfaatkan oleh petani melalui kelompok tani. Pemerintah juga mendorong Perum Bulog dapat memperbesar kapasitas serapan gabah dari petani dengan harga yang layak apalagi saat panen raya tiba.

Sementara itu petani dan pelaku usaha penggilingan padi berharap pemerintah dapat menekan peran tengkulak dalam tata niaga perberasan dan minta Bulog untuk membeli seluruh gabah petani. Berdasarkan kesanggupan dan komitmen pelaku penggilingan padi,  sampai akhir September mereka sanggup memasok beras 1,4 juta ton ke Perum Bulog dengan harga menguntungkan petani. Beras sebanyak itu, 42,85 persen akan dipasok oleh penggilingan padi skala sedang dan sisanya dari campuran penggilingan padi skala kecil dan besar.

Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti dalam sambutannya menyampaikan komitmen Bulog sebagai lembaga penyangga pangan nasional tentu akan menyerap gabah petani. Djarot menyatakan kalau Bulog akan memberlakukan dua sistem harga, yaitu harga HPP (Harga Pembelian Pemerintah) yang telah ditetapkan dan harga komersil yang menyesuaikan harga pasar.  Mendengar pernyataan langsung dari orang no satu di Bulog itu, Amran menyatakan kebahagiannya karena Bulog menyatakan siap untuk membeli gabah petani.   

Rapat itu menghasilkan komitmen bersama antara petani bersama penggilingan padi untuk menyediakan pasokan gabah atau beras dan menjualnya ke Bulog.  Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi Ditjen PPHP selaku Ketua panitia pelaksana rapat, Jamil Musanif, mentargetkan melalui pertemuan besar ini akan dijalin kontrak dan kemitraan antara penggilingan padi dengan Bulog.  Adanya kontrak dengan Bulog, keduanya akan terikat dalam usaha yang saling menguntungkan. Petani mendapatkan kepastian pasar dan harga layak dari Bulog, sebaliknya stok dan cadangan beras di Bulog cukup untuk konsumsi masyarakat. Lebih lanjut Jamil berharap Bulog sebagai lembaga penyangga pangan (buffer stok) yang ditugasi pemerintah dapat berperan optimal untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga beras (Rtz).

 

 

 

       

 

berita lain