berita
Sosialisasi Permentan
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian telah memfasilitasi kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Pertanian R.I No. 37/Permentan/KB.120/6/2015

Selasa, 01 Sept 2015


Jakarta, PPHP-News; Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian telah memfasilitasi kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Pertanian R.I No. 37/Permentan/KB.120/6/2015 Tentang Cara Produksi Kopi Luwak Melalui Pemeliharaan Luwak Yang Memenuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 25 – 26 Agustus 2015 di Hotel Nirwana, Lembang - Bandung, Provinsi Jawa Barat. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan, pemahaman dan panduan bagi petani/produsen/pelaku usaha dan instansi pembina berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan dalam Permentan Kopi Luwak terutama untuk luwak yang dikandangkan agar dapat memenuhi kaidah kesejahteraan hewan (animal welfare). Kegiatan ini dihadiri oleh petani/kelompok tani/pelaku usaha kopi luwak serta perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi dan Kabupaten penghasil kopi luwak.

Seperti kita ketahui bahwa kopi luwak merupakan salah satu produk pertanian unggulan ekspor Indonesia. Karena ketenaran dan harganya yang tinggi serta meningkatnya jumlah konsumen kopi luwak, maka akhir-akhir ini timbul kreativitas masyarakat untuk memproduksi kopi luwak secara cepat. Hal tersebut dapat berpotensi merugikan konsumen dan citra produk kopi luwak Indonesia. Hal-hal yang dapat merugikan konsumen antara lain, bila kualitas kopi luwak tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), dan atau bila terjadi pemalsuan atau pencampuran biji kopi luwak dan non luwak. Sedangkan yang akan merugikan dari segi citra kopi luwak yaitu apabila diproduksi dengan cara yang tidak memenuhi prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare), kehalalan, keamanan pangan, dan kelestarian lingkungan. Mengingat hal tersebut, maka dikeluarkanlah Peraturan Menteri Pertanian RI No. 37/Permentan/KB.120/6/2015 Tentang Cara Produksi Kopi Luwak Melalui Pemeliharaan Luwak Yang Memenuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan. (M)

Jakarta, PPHP-News; Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian telah memfasilitasi kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Pertanian R.I No. 37/Permentan/KB.120/6/2015 Tentang Cara Produksi Kopi Luwak Melalui Pemeliharaan Luwak Yang Memenuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 25 – 26 Agustus 2015 di Hotel Nirwana, Lembang - Bandung, Provinsi Jawa Barat. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan, pemahaman dan panduan bagi petani/produsen/pelaku usaha dan instansi pembina berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan dalam Permentan Kopi Luwak terutama untuk luwak yang dikandangkan agar dapat memenuhi kaidah kesejahteraan hewan (animal welfare). Kegiatan ini dihadiri oleh petani/kelompok tani/pelaku usaha kopi luwak serta perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi dan Kabupaten penghasil kopi luwak.

Seperti kita ketahui bahwa kopi luwak merupakan salah satu produk pertanian unggulan ekspor Indonesia. Karena ketenaran dan harganya yang tinggi serta meningkatnya jumlah konsumen kopi luwak, maka akhir-akhir ini timbul kreativitas masyarakat untuk memproduksi kopi luwak secara cepat. Hal tersebut dapat berpotensi merugikan konsumen dan citra produk kopi luwak Indonesia. Hal-hal yang dapat merugikan konsumen antara lain, bila kualitas kopi luwak tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), dan atau bila terjadi pemalsuan atau pencampuran biji kopi luwak dan non luwak. Sedangkan yang akan merugikan dari segi citra kopi luwak yaitu apabila diproduksi dengan cara yang tidak memenuhi prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare), kehalalan, keamanan pangan, dan kelestarian lingkungan. Mengingat hal tersebut, maka dikeluarkanlah Peraturan Menteri Pertanian RI No. 37/Permentan/KB.120/6/2015 Tentang Cara Produksi Kopi Luwak Melalui Pemeliharaan Luwak Yang Memenuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan. (M)

berita lain