OPINI
POTENSI PERTANIAN ORGANIK DAN PENGEMBANGAN BERAS ORGANIK DI INDONESIA TAHUN 2014

I.     Latar Belakang Prospek pengembangan beras dalam negeri cukup cerah terutama untuk mengisi pasar domestik, mengingat produksi padi/beras dalam negeri sampai saat ini belum mampu memenuhi kebutuhannya secara baik, sehingga kekurangannya sekitar 5 persen harus diimpor. Peluang pasar ini akan terus meningkat seiring meningkatnya permintaan beras dalam negeri baik untuk konsumsi langsung maupun untuk memenuhi industri olahan. Karena Indonesia juga memiliki keunggulan komparatif untuk memproduksi padi/beras, maka selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, pengembangan beras/padi juga berpeluang untuk mengisi pasar ekspor, apalagi kondisi pasar beras dunia selama ini bersifat tipis, hanya 5-6 persen dari produksi beras dunia. Roadmap program pengembangan industri beras di Indonesia baik dalam program jangka pendek (2005-2010), jangka menengah (2011-2015) maupun jangka panjang (2016-2025), pengembangan industri beras masih tetap dikonsentrasikan pada peningkatan produksi beras untuk kebutuhan konsumsi langsung, baik melalui program intensifikasi maupun ekstensifikasi. Namun demikian mulai pada program jangka menengah dan panjang selain tetap dikonsentrasikan pada peningkatan produksi beras nasional juga diikuti dengan program perbaikan kualitas beras agar mampu bersaing dengan beras dunia. Untuk memanfaatkan peluang yang ada, tantangan yang dihadapi dalam pengembangan padi/beras ke depan adalah bagimana padi/beras produksi dalam negeri bisa bersaing dengan pasar ekspor. Untuk memenuhi permintaan pasar itu, salah satu yang cukup menjanjikan adalah melalui pengembangan beras organik, di Indonesia pengembangan beras organik merupakan bagian kecil dari usaha/bisnis perberasan namun dapat dipastikan trendnya selalu meningkat dari tahun ke tahun. II.    Gambaran Pertanian Organik Indonesia di antara Negara-Negara Asia Apabila kita mencermati data statistik dariThe Research Institute of Organic Agriculture (FiBL) kerjasama dengan the International Federation of Organic Movements (IFOAM) yang diterbitkan tahun 2014 digambarkan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang masuk dalam ‘The ten countries with the largest organic area 2012’ di kawasan Asia,  seperti dituangkan dalam Gambar 1 di bawah: Gambar 1. Walaupun Gambar 1 di atas merupakan gambaran lahan/area pertanian organik secara menyeluruh namun tetap dapat memberikan gambaran bahwa pengembangan padi/beras organik di Indonesia mempunyai prospek yang sangat bagus, walaupun Indonesia memiliki lahan yang berpotensi bagus untuk pertanian organik tapi belum mampu menjadi 10 besar negara yang mampu menembus pangsa pasar di tingkat Asia. Gambar 2. Secara umum Tabel 1 dapat memberikan gambaran penguatan bahwa Indonesia masih mempunyai banyak peluang untuk meningkatkan pertanian organik yang dapat dilakukan dengan pemanfaatkan lahan/area yang tersedia melalui peningkatan daya saing produk organik Tabel 1 II.   Peran Ditjen PPHP dalam Pengembangan Pertanian Organik Ditjen. Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian telah melakukan upaya pembinaan kepada pelaku pertanian organik di Indonesia. Gambar 3 memberikan potret hasil binaan yang dilakukan Ditjen PPHP pada tahun 2010 s/d 2013. Gambar 3. Pelaku usaha di bidang organik yang dibina oleh Ditjen. PPHP Dari data secara umum bahwa produk organik Indonesia yang telah disertifikasi dan luas area/lahan (ha) sampai dengan tahun 2013, adalah sebagai berikut:   Tabel 2. Produk organik Indonesia berdasarkan komoditas dan luas area (dalam ha)

No

Komoditas

Luas Area (Ha)

No

Komoditas

Luas Area (Ha)

1

Kopi            

36.623,91

14

VCO

2,80

2

Mete

1.924,68

15

Bawang Merah

24,85

3

Madu Hutan

9007,20

16

Noni

19,40

4

Teh

1.708.28

17

Mangga

14,50

5

Beras

1.537,16*

18

Lidah buaya

12,50

6

Gula Aren

1.187,45

19

Jeruk

55,36

7

Kelapa

1.277.88

20

Pisang

27,60

8

Vanila

841,23

21

Sawo

9,87

9

Sayuran

246,99

22

Anggur

5,20

10

Salak

225,76

23

Kenari

2,00

11

Manggis

106,68

24

Melon

2,00

12

Kayu Manis

1.027,37

25

Jamur

1,06

13

Jahe

80,00

26

Pepaya

1,00

IV.   Pengembangan Beras Organik Berdasarkan Tabel 2 di atas, untuk beras organik dengan asumsi produksifitas rata – rata di tingkat petani adalah 7 ton/ha/tahun, maka produk organik beras Indonesia dapat diasumsikan pada tahun 2013 adalah sebesar 1.537,16 x 7 ton = 10.760,12 ton Potensi ini cukup dimiliki oleh Indonesia, mengingat wilayah Indonesia yang cukup luas dengan kondisi agroklimat yang sangat mendukung. Hal ini juga apabila dilihat dari sebaran luas areal pertanian padi organik yang disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Organik Indonesia seperti dituangkan pada gambar di bawah diharapkan beras organik Indonesia dapat mengisi ceruk pasar padi organik baik di pasar domestik maupun ekspor. Luas areal potensi padi organik yang telah disertifikasi oleh LSO Indonesia adalah 596 ha. Adapun sebarannya dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Sebaran dan luas areal pertanian padi organik yang disertifikasi oleh LSO Indonesia Tahun 2013 Sumber: SPOI 2013   Sementara data ekspor beras organik Indonesia yang telah disertifikasi dalam satuan ton, sebagai berikut : Tabel 3. Data ekspor beras organik tahun 2009-2014 (dalam ton)

No

Komoditi

2009

2010

2011

2012

2013

2014

1

Beras Organik

37,00

-

28,95

66,63

214,15

73,55

* Angka sementara sampai dengan bulan Agustus 2014 Sedangkan sebagai gambaran data ekspor beras organik yang dihasilkan oleh Gapoktan ‘Simpatik’ dalam satuan kilogram (kg) yang merupakan binaan dari Ditjen PPHP, adalah sebagai berikut:     Tabel 4. Data ekspor beras organik Gapoktan Simpatik tahun 2009-2014 (dalam kg)
 

Tahun

2009

2010

2011

2012

2013

2014

Negara tujuan  

USA

18,000

-

18,550

38,940

78,805

59,625

Germany

-

19,825

6,650

77,310

67,200

16,700

Belanda

-

-

5,275

-

-

-

Italia

-

-

-

-

16,660

16,670

Uni Emirat Arab

-

-

16,600

-

-

-

Singapura

-

4,000

-

-

-

-

Malaysia

-

18,000

17,240

29,828

21,000

20,080

Belgia

-

-

-

-

-

8,500

Total

18,000

41,825

64,315

146,078

183,665

121,575

V.    Peran Indonesia dalam Penyusunan Standar Organik Tingkat ASEAN Indonesia aktif mendorong pengembangan pertanian organik serta meningkatkan daya saing produk organik Indonesia dengan merevisi SNI 6729:2010 Sistem Pangan Organik menjadi SNI 6729:2013 Sistem Pertanian Organik yang selanjutnya ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Pertanian nomor 64 tahun 2013 tentang Sistem Pertanian Organik. Kebijakan Indonesia dalam pengembangan pertanian organik yang tertuang dalam standar dan regulasi serta berbagai pedoman yang telah disusun diharapkan dapat meningkatkan keberterimaan produk–produk organik Indonesia di pasar ASEAN. Dalam rangka mendorong pengembangan pertanian organik serta meningkatkan daya saing produk organik Indonesia di pasar ASEAN,  Indonesia yang diwakili oleh Ditjen PPHP c.q Direktorat Mutu dan Standardisasi, selaku Focal Point untuk TFASHP dan Otoritas Kompeten Pangan Organik (OKPO) berperan aktif dalam harmonisasi SNI 6729:2013 tentang Sistem Pertanian Organik pada perumusan ASEAN Standard on Organic Agriculture (ASOA) yang disusun melalui workshop dan sidang Special Task Force on the ASEAN Standard for Organic Agriculture (STF-ASOA). Penyusunan draft ASOA oleh STF-ASOA merupakan mandat penugasan berjenjang dari Task Force on ASEAN Standard on Horticulture and Other Crops Products (TF-ASHP), ASEAN Sectoral Working Group on Crop (ASWGC, ASEAN Senior Official Ministrial Meeting on Agriculture and Forestry (SOM-AMAF) dan ASEAN Ministrial Meeting on Agriculture and Forestry (AMAF). Sidang ke-2 STF-ASOA yang diselenggarakan pada bulan Maret 2014 di Kamboja, menyepakati dan mengusulkan dokumen final draft ASOA dan Draft strategic Plan of Action (SPA) for Cooperation in Organic Agriculture (2014-2017) untuk kemudian dibahas pada jenjang yang lebih tinggi. Pada sidang ke-36 ASEAN Ministrial Meeting on Agriculture and Forestry (AMAF) yang diselenggarakan pada bulan September 2014 di Myanmar, para Menteri Pertanian dan Kehutanan ASEAN mengesahkan dokumen draft ASEAN Standard on Organic Agriculture (ASOA) menjadi standar organik ASEAN dan strategic Plan of Action (SPA) for Cooperatioin in Organic Agriculture (2014-2017). Pada sidang ke-36 AMAF Delegasi RI dipimpin oleh Menteri Pertanian selaku ketua AMAF Indonesia dengan anggota delegasi yang mencakup unsur-unsur Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan serta Pejabat Kedutaan Besar RI di Myanmar. Ditjen PPHP c.q Direktorat Mutu dan Standardisasi terus berperan aktif dalam penyusunan posisi Indonesia bersama dengan instansi terkait, agar perkembangan organik di Indonesia juga mampu memenuhi standar yang mutakhir, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan keberterimaan produk–produk organik Indonesia di pasar ASEAN menjelang AEC tahun 2015.   VI.   Penutup Indonesia punya potensi besar dalam pengembangan pertanian organik. Walaupun secara ekonomi, kontribusi nilai komoditas pertanian organik relatif kecil dibanding nilai komoditas non organik, namun trend perkembangan pasarnya meningkat signifikan. Khusus mengenai ekspor beras organik, pengalaman selama ini beras organik yang diminati pasar internasional adalah jenis aromatik.  
 

LAMPIRAN Lembaga Sertifikasi Organik yang beroperasi di Indonesia:

No

Lembaga Sertifikasi Organik (LSO)

Akreditasi KAN

Tidak Akreditasi KAN

LSO Lokal / Nasional    

1

SUCOFINDO

 

2.

PT. Mutuagung Lestari

 

3.

INOFICE

 

4.

Dinas Pertanian Prov. Sumbar

 

5.

LeSOS

 

6.

BIOCert Indonesia

 

7.

Persada

 

8.

Sustainable Development Services (SDS)

 
LSO Asing yang Beroperasi di Indonesia    

1.

IMO  

2.

Control Union  

3.

NASAA(National Association of SustainableAgriculture of Australia)  

4.

Naturland  

5.

Ecocert  

6.

GOCA (Guaranteed Organic Certification Agency)  

7.

ACO (Australian Certified Organic)  

8.

CERES  (Certification of Environmental Standards)  

    Daftar trader pertanian organik yang beroperasi di Indonesia

No

Nama Perusahaan

Alamat

1

PT. Bloom Agro*)

Kontak : Emily Sutanto
Alamat : Jl. Landas Pacu Timur D5 unit C12 Blossom Residence Kemayoran 10620
Phone/Fax : 0813-17519999

2

CV. Diva Maju Bersama

Kontak : Indrawanto/ 081932418190
Alamat : Jl Sutera Gardenia 5/22Alam Sutera -Serpong15310
Phone/Fax : 021-70882420/021-5399310

3

CV. Aliet Green

Kontak : Lastiana Yuliandari
Alamat : Perum Pemda Gambiran Blok C-11 UH V/109 Yogyakarta 55161
Phone/Fax : 081227863341

4

PT. Biotama

Kontak : Anthony Utomo
Alamat : Jl. Basuki Rahmat 149Surabaya, Jawa Timur 60271. Fax : 031-5344356 Tlp : 5451945
Phone/Fax : 031-5344356/ 54519450/8175023333

5

Koperasi SAHATI

Kontak : Imam Hidayat
Alamat : Jl. Palagan Tentara Pelajar No 69 B, Jongkang, Sleman, YOGYAKARTA
Phone/Fax : 0274-7808931/78331150,8156859581

6

PT. Intaran Indonesia

Kontak : Isro
Alamat : Jl. Merthasari Gang Sunrise School No. 1 Pengubengan Kauh Kerobokan - Kuta - Bali 80361
Phone/Fax : 0361 735 822/08123996867

7

CV. Tani Organik Merapi

Kontak : Untung Wijanarko
Alamat : Tegal Sari Rt 021 Pakem Binangun Pakem Sleman Yogyakarta 55582 / Balangan, Ukirsari Cangkringan, Sleman Yogyakarta.
Phone/Fax : 0274-8385756 / 087838820487

*) PT. Bloom Agro merupakan trader khusus beras organik
 

OPINI lain